Total Tayangan Laman

Sabtu, 12 Maret 2011

AMBULAN 29 DK


SCOOTERIZ, ANDHIKA ARTHAWIJAYA

“Waktu coba ‘ngetes’ bareng motor sport 2-Tak 150 cc semi kompetisi Cuma beda 2 bodi untuk jarak 0 – 800 meter. Sedang 250 cc 4-taknya malah amblas 50 meter ketinggalan ….”

            M. Fadli road racer Nasional papan atas, emang punya hobi tersendiri. Kalau di arena balap pria kelahiran 25 Juli 1985 ini kini membesut motor supersportnya Kawasaki. Tapi di luaran Fadli lagi keranjingan ngegas skuter asal Italia bermesin 2-Tak, Vespa.
            Vespa Exclusive jebolan 2000 berkelir putih ini salah satu skuter kesayangan. Tampilannya sih tampak standar. Tapi kalau sudah digeber pol, Ninja pekgo (150R) maupun Ninja 250R aja masih berani dijabani. Julukannya ‘Ambulan’.
            “Waktu coba ‘ngetes’ bareng motor sport 2-Tak 150 cc semi kompetisi Cuma beda 2 bodi untuk jarak 0 – 800 meter. Sedang 250 cc 4-taknya malah amblas 50 meter ketinggalan,” tutur Puguh Nuryanto, tuner sekaligus punggawa bengkel spesialis drag bike Overtune yang dipercaya menggarap korekan mesinnya.
            Kata Fadli, waktu Vespanya itu coba di-dyno di markas AHRS Depok, Jabar pakai mesin dyno Sportdevice V3.3, horse power-nya 29 dk. Weleh … weleh .. tenaga segitu melebihi max power Ninja 150R maupun Ninja 250R standar lo. Padahal tenaga standarnya Vespa Exclusive hanya sekitar 7-8 dk doang.
            Tentu kemampuan segitu lantaran dapur pacu sudah diobok-obok oleh Puguh. Kapasitas mesin standar yang semula hanya 150cc dibore-up jadi 171,9cc pakai piston big bore Yamaha RXZ berdiameter 62 mm berikut setang piston.
            “Karakter mesin Vespa yang aslinya punya torsi gede di putaran bawah, gue bikin terbalik jadi low torque. Tapi high power di rpm atas,” terang Puguh. Untuk mendapatkan efek seperti itu, ruang crank case dikeruk sebanyak 2 mm dekat lubang transfer. Sementara tinggi transfer yang semula 51 mm dibikin jadi 48 mm. Lalu lubang buang diset selebar 25 mm dengan tinggi 30 mm. Selanjutnya, perbandingan kompresi dirancang jadi 7,7 : 1 dengan menata volume kubah kepala silinder sebanyak 13,5 cc.
            Tak kalah penting, system pengapian diubah jadi DC total loss 12V 7A (standar AC) dengan memanfaatkan rotor milik RX-King yang magnetnya dibuang. Sehingga bobotnya jadi 400 gr saja. Sementara otak pengapian mengandalkan BRT I-Max Remote yang dikombinasi koil YZ 4SS plus busi Denso Iridium IW 31.
            Untuk komponen pengabut bahan bakar, Puguh menjejali Keihin PJ 34 dengan settingan spuyer, main jet 150 dan pilot jet 60. Bahan bakarnya pakai Avgas dicampur oli samping Motul 800 dengan perbandingan 1 liter : 30 cc.
            “Ditambah gue kombinasi primary drive 23 dan secondary drive 65, hasilnya gigi 1 sampai 3 bisa ngangkat begitu gas disentak,” aku Puguh.
            Berani jajal larinya?

OVERTUNE SPEED INSTITUTE
Komplek Dept. Koperasi Blok C No. 36, Cimanggis. Depok (021) 93766536

GAK BUTUH TORSI!


EKA, MOTOR PLUS

            Buat main di trek lurus 800 meter, torsi bukan jadi menu utama. Malah, peran torsi coba diminimkan di Vespa Exlusive II milik M. Fadli. Alasannya, buat kejar power band lebih lebar dan nafas panjang.
            Memang power band dibuat sempit, putaran mesin dari bawah ke atas cepat. Tapi bedanya, nafas mesin jadi lebih cepat habis. Seharusnya bisa bertahan hingga beberapa rpm ke depan, malah tidak jika power band dibuat sempit.
            “Buat main di trek jauh, tentu harus sebaliknya dong” ungkap Puguh Nuryanto dari Overtune di Komplek Departemen Koperasi, Cimanggis, Bogor, Jawa Barat. Doi, tunner yang memodifikasi.
            Karakter ini bisa dilihat dari teriaknya engine. Setiap geberan yang dilakukan Fadli, mesin baru teriak di putaran atas. Tak seperti pacuan berlebihan torsi yang mau wheelie bagitu gas langsung dibuka.
            “Dari gigi I hingga gigi III, motor bisa wheelie sendirinya tanpa dipaksa. Itu pun, setelah sentuh rpm 8.000 ke atas ya.” Aku Fadli yang pembalap supersports.
            Buat hilangkan torsi dan manjakan power atas, beberapa part kena sentuh. Paling utama, Puguh melakukan seting di blok silinder, Lubang transfer yang aslinya 51 mm dibuat jadi 48 mm. Lalu, lubang exhaust dibuat jadi 30 mm.
            Selanjutnya, tunner berusia 38 tahun ini menerapkan teknik hilangkan kompresi bawah. “Bagian dalam crankcase sekitar kruk as dibuat lebih dalam lagi sekitar 2 mm pakai bor tuner,” jelas Puguh yang juga aktif di dunia drag bike Tanah Air.
            Menurutnya, cara ini banyak diterapkan di pacuan motor GP125. Misalnya, di Yamaha TZ125. Sebab lebih lebarnya crankcase bisa membuat semburan bensol lambat naik ke piston.
            Maklum, jaraknya sekarang kan lebih luas ketimbang standar. So, tenaga di putaran bawah jadi sedikit lebih lambat keluar.”Tapi, ketika power keluar, langsung sejadinya,” aku Puguh sembari bilang kalau Vespa ini mengadopsi kompresi 7,2 : 1.
            Buat mengimbangi power yang baru teriak di putaran atas, magnet ringan jadi jawaban. Tentunya, agar putaran bawah enggak lelet alias lemot. So, magnet Yamaha RX-King diandalkan. Dibikin lebih ringan lagi hingga bobot jadi 400 gram.
            Magnet ini dibantu pengapian tipe DC total lost dari aki 12V 7 ampere. Lalu, CDI pakai merek BRT I-Max punya Suzuki Shogun 125. Biar lebih mantap lagi percikan api di ruang bakar, koil Yamaha YZ125 ikut diandalkan.
            Tak tertinggal, pengabutan kinerja piston 62 mm dibantu karburator merek UMA berikut spuyer 60/148. Karbu ini bikinan Malaysia. Bentuknya serupa Keihin PWK. Tapi, di UMA, ada power jet buat bantu suplai bensin di putaran atas.
            So, lewat semua ubahan ini, pacuan punya karakter masuk gigi tanpa kopling. Kecuali start dan turun gigi ya. “Karena close rasio gak akan dapat. Jika ditarik kopling, rpm akan naik timggi. Perpindahan gigi-gigi rasio jadi gak jelas,” jelas Fadli yang berusia 25 tahun tapi masih melajang ini. Hayooo ….

DATA MODIFIKASI
Ban depan                    : Dunlop 3.00-10
Ban belakang                : IRC 3.50-10
Panjang pulser : Custom Ninja
Footstep                       : Variasi

OVERTUNE SPEED INSTITUTE
Komplek Dept. Koperasi Blok C No. 36, Cimanggis. Depok
(021) 93766536

Komponen Eksotik MotoGP


OTOMOTIF, KI:X

Andri Irwan tahu cara menarik perhatian speedgoers di Tanah Air. Khususnya yang doyan ngebut pakai Kawasaki Ninja 150RR. “Ini sudah terbukti di ajang jamboree Kawasaki Ninja di Yogyakarta kemarin, sebagai juara pertama drag bike dan juara ketiga kontes,” tutur Andri semangat.
            Lalu apa sih, daya tarik Ninja 2-Tak versi RR buatan Chemonk Modified (CM) ini? “Pastinya exotic parts dan racikan yang presisi pada mesin.” Kekeh pria berkaca-mata minus ini. Kalau ditotal saja, dananya sama kalo kita beli Ninja 250 anyar.

Sistem Pengapian Canggih.
Andri sudah niat membangun Ninja 150RR versi balap sebagai icon bengkel plus meraih prestasi di sirkuit. Ditambah, beberapa komponen inti idamannya sudah ada di tangan. “Pengapian full set milik Yamaha TZ125 versi GP,” bisiknya.
            Sistem pengapian seharga Rp. 30 juta ini jadi kunci utama dari korekan yahud yang berkolaborasi dengan bengkel Overtune di daerah Cibubur, Jaktim. Untuk hasil perfect, Andri tak segan bekerja sama. Di luar mesin seperti bodi, suspensi dan kaki-kaki ditangani olehnya.
            Pelek, kaki-kaki dan suspensi tak kalah mewah. Pelek pakai produk Marchesini yang biasa dipakai Aprilia RS125 versi GP. “Ringan namun sekuat badak,” terang Andri. Dipadu slick tire dari Dunlop, menjadikan Ninja 150RR siap ‘rebah’ di sirkuit.
            Sementara suspensi belakang pakai sokbreker nitrogen Ohlins yang sudah tidak diragukan buat balap. Sepaket dengan stabilizer setang bermerek sama untuk meredam getaran pada kecepatan tinggi. Sama halnya seperangkat deselerasi pada roda depan dan belakang yang mengusung brand Brembo (Italia).
            “Sekarang apapun mesin kalau suspensi, kaki-kai dan system pengereman tak bagus sama juga bohong,” tutur Chemonk, panggilan akrabnya. Makanya pada sector ini tak kalah menyedot dana besar di luar upgrade mesin. Paling tidak, cara ini dipercaya bias meredam tenaga beringas khas 2-Tak.
            Mesin berteknologi Super KIPS ini jelas dibiarkan standar. Lha wong, system pengapian sudah seharga Honda PCX anyar. Bisa dilihat dari system karburasi Keihin PWM 38 mm dilengkapi solenoid. Ini sebenarnya juga sepaket sama CDI, sepul dank oil TZ 125 versi GP.
            Sebab fungsi solenoid di karbu punya tugas membaca debit bahan baker yang masuk ke ruang baker dan kemudian terintegrasi dengan timing pengapian. Pergeseran timing yang akurat membuat tenaga mesin bias efektif dan menghasilkan output besar. Apalagi knalpot juga comotan dari TZ125 versi GP.
            Klop deh!

Data Modifikasi:
Bodi : Custom replika Aprilia RS125 versi GP
Pelek depan : Aprilia RS125 versi GP (2,15 X 17 inchi)
Pelek belakang : Aprilia RS125 versi GP (3,00 X 17 inchi)
Ban depan : Dunlop slick fire (95/70-17)
Ban belakang : Dunlop slick tire (115/70-17)
Rem depan : Brembo kaliper 4 piston
Rem belakang : Brembo kaliper 2 piston
Rantai : D.I.D ukuran 415
Gigi sprocket : 16 mata (depan), 38 mata (belakang)
Waterpump : Electric (Bosch)

CHEMONK MODIFIED (021) 93598990
OVERTUNE SPEED INSTITUTE
Komplek Dept. Koperasi Blok C No. 36, Cimanggis. Depok (021) 93766536

Yamaha YZ250 1995, KEBO TIPAR BIKIN GEGER


OTOMOTIF, DiC

            Arena adu kebut lintasan lurus se-Jabotabek dibuat heboh oleh amukan YZ250. Sejatinya, motor pendatang baru berjulukan ‘Kebo’ dari bengkel Pul Overtune di Jln. Tipar Tengah, Cimanggis, Jabar ini, hanya mengusung dapur pacu standar. Namun settingan mesin yang dilakukan Puguh Nuryanto, sanggup bikin kocar-kacir tunggangan kelas Free For All (FFA) lainnya. Lo, kerbau (kebo) macam mana ini?
           
Pecah Rekor
Debut perdana si Kebo drag bike 201 meter di Kemayoran, Jakpus, beberapa waktu lalu, sanggup menduduki peringkat 4 di kelas FFA. Catatan waktu tercepatnya 8,3 detik.
            Sedang pada Top One Drag Bike seri V, Sentul, Bogor, Minggu (24/8) lalu, YZ250 berlabur merah ini sukses memecahkan rekor baru 402 meter di heat pertama. Ahmad Firdaus yang ditugaskan menjinakkan keliaran Kebo Tipar, finish dengan waktu tempuh 12,297 detik. Benar-benar tenaga kebo, namun larinya secepat kijang.
            “Dijuluki kebo lantaran tampilan motor terkesan gambot seperti kerbau,” bilang Ardana Dwiwarta Putra dari Pul Grup yang bergerak di bidang ekspedisi, pemilik YZ dan juga selaku penyokong dana. Padahal kuda besi asal penggaruk tanah ini sudah menjalani diet ketat. Seluruh bodi ditanggalkan termasuk jok. Lalu sokbreker depan diganti lebih kecil milik Yamaha RX-King. Berikut dengan klem segi tiga atas-bawah.
            Tangki bahan bakar lama diganti berupa kotak tipis dari pelat dan diselipkan di bawah jok. Tempat duduk joki pun hanya terbuat dari selembar tripleks yang dilapis semacam terpal. Lantas jedua pelek berikut ban juga menggunakan ukuran kecil mirip kepunyaan sepeda.
            Pembuat kesan gambot justru terletak pada mesin. Lihat saja karburatornya. Memang Keihin Sudco berdiameter Venturi 39 mm yang dipakai tersebut, dimensinya beda tipis dengan karbu standar YZ250, yakni Mikuni 38 mm. Namun setelah dikombinasi filter udara K&N berdemensi gede, serta saluran filternya yang juga gede, hasilnya tampilan motor jadi terlihat besar pada bagian perut.
           
Efek Panas
            Banyak yang menyangka mesin kebo Tipar ini full korekan. Padahal dapur pacu murni tanpa tersentuh pisau korek. Kompresinya pun tetap dibiarkan standar. “Cuma ganti karburator gede dan silencer. Soalnya, performa standar saja sudah kencang. Gue ingin memaksimalkan settingan standarnya dulu,” aku Puguh.
            Ayah dua anak ini coba menerapkan ilmu panduan mengorek motor 2-tak yang didapatnya dari buku karangan Graham Bell. Di antaranya, efek panas knalpot bias membantu percepatan proses pembakaran. Makanya, ia lantas membungkus knalpot standar YZ250 berbentuk udang mulai dari leher hingga sebatas perut menggunakan kain peredam panas. Maksudnya tak lain agar panas hasil pembakaran pada knalpot terlindung dari gesekan udara. Sehingga saluran buang tersebut tidak cepat dingin.
            Terus terang, ini controversial. Tuner lain malah berlomba mendinginkan knalpot. Logikanya, suhu asap knalpot bsa lebih rendah, sehingga gas buang yang bertekanan tinggi di silinder bisa mengalir lebih cepat keluar knalpot.
            Meski begitu, masih banyak riset lain yang ingin ia terapkan. Mulai dari system pengapian, gigi rasio, porting blok, kontruksi rangka dan sebagainya. Apalagi drag bike tinggal menunggu keputusan untuk dikejurnaskan. “ Penginnya sih ada sponsor yang mau mendukung supaya riset lebih lancer,” harapnya.
            Ada yang berminat?

Data Spesifikasi :
Tipe Motor                   : YZ250
Tahun pembuatan         : 1995
Kapasitas                     : 250 cc
Karburator                   : Kihin Sudco 39 mm
Main-jet                       : 168
Pilot-jet                        : 55
Koil                              : TEC Japan, ZC012-CDI
Busi                              : Iridium W31
Bahan Bakar                : Avgas
Oli samping                  : Castrol 747
Perbandingan oli samping : 1 : 20
Perbandingan sprocket
201 meter                     : 16:37
402 meter                     : 17:34
Takometer                    : Koso Digital
Sasis & kaki-kaki
Sokbreker depan          : Yamaha RX-King
Klem segi tiga               : Yamaha RX-King
Sokbreker belakang     : Monosok Kawasaki Ninja
Pelek depan                 : TK, 120 X 17
Pelek belakang             : DID, 185 X 18
Ban depan                    : Sixxis, 50/90R17
Ban belakang                : Federal Drax, 2,50 X 17
Teromol belakang         : Suzuki RG-R

OVERTUNE SPEED INSTITUTE
Komplek Dept. Koperasi Blok C No. 36, Cimanggis. Depok (021) 93766536